Bahaya Mesin Diesel Diisi Bensin (Jika Solar Tercampur Bensin)

Mobil diesel yang “meminum” solar dikenal lebih irit penggunaannya, serta tenaga dan torsinya yang dihasilkan besar.

Seperti diketahui dahulu, bahwa ciri khas mobil bermesin diesel adalah suara dan getarannya, namun sekarang dengan penemuan teknologi yang lebih muktahir, suara dan getaran mobil bermesin diesel bisa dihilangkan atau diminimalisir.

Hal ini membuat mobil diesel maupun mobil berbahan bakar bensin terasa hampir sama saja suara dan getarannya, akibatnya pengguna bisa saja tidak sadar sehingga keliru mengisi mobil bermesin diesel dengan bahan bakar berjenis bensin.

Mesin diesel yang diisi bensin dampaknya akan lebih parah dibandingkan jika mobil bermesin bensin diisi bahan bakar mesin diesel.

Mitsubishi Pajero Sport
Mitsubishi Pajero Sport | Sumber gambar: Wikipedia.org

Di dalam tangki bahan bakar, posisi BBM bensin ternyata berada di bawah BBM diesel. Hal ini mengakibatkan jenis BBM yang disuplai ke ruang mesin diesel adalah BBM bensin duluan.

Sehingga mobil bermesin diesel tersebut akan lebih sulit dinyalakan. Kalaupun menyala dengan cepat, maka itu sebenarnya memakai sisa BBM diesel di mesin, kondisinya juga tidak optimal yang kemudian mesin berpotensi untuk mudah mati sendiri.

Nah, tidak jarang ada orang yang melakukan kekeliruan mengisi mesin diesel dengan bahan bakar bensin, maka sudah sangat jelas ini kesalahan.


Apa bahaya Jika Mesin Diesel Diisi Bensin?

Hal yang penting untuk selalu diingat, bahwa mesin diesel berkarakter 'high compression'. Bahkan ternyata perbedaan tingkat kompresinya dapat mencapai perbandingan 30:1 (sungguh sangat jauh perbedaannya). Sehingga di dalam ruang bakar mesin diesel tidaklah diperlukan bahan yang bersifat 'high explosive'.

Seharusnya kendaraan yang diisi dengan solar tapi justru diisi dengan bensin, maka dampaknya bisa sangat serius.

Bisa dikatakan hal tersebut seperti memasukkan bahan bakar yang sifatnya mudah meledak ke dalam mesin yang bekerja dengan tingkat kompresi yang tinggi. Akibatnya bisa berpotensi terjadinya pembakaran yang sifatnya prematur (knocking).

SPBU di Daerah Bali
SPBU di Daerah Bali | Sumber gambar: Wikimedia.org

Mesin diesel dengan karakter mesin berkompresi tinggi ini membutuhkan bentuk bahan bakar yang lebih kental dan tidak cepat terbakar, dalam hal ini solar yang sering sekali digunakan untuk mobil bermesin diesel.

Suara Mesin Menjadi Kasar
Hal lainya, kesalahan pengisian bahan bakar seperti ini bisa memberikan efek berupa kondisi suara mesin menjadi kasar, munculnya suara yang tidak biasanya menandakan adanya masalah (tidak normal), jangan meremehkannya. Selalu waspada ketika muncul suara-suara aneh dari mobil.

Suara mesin bisa terdengar semakin kasar ketika kesalahan pengisian bahan bakar ternyata dilakukan saat keadaan tangki kendaraan kosong sekali.

Melakukan ini memang membuat tarikan mobil menjadi lebih bagus, hanya saja ada hal yang harus diketahui berupa timbulnya masalah, dimana di dalam mesin nantinya terjadi eksploitasi pembakaran.

Permisalannya seperti manusia yang memakai zat-zat doping saat berolahraga. Memang tubuh akan memperoleh power dan tenaga yang maksimal, tapi lama-kelamaan penggunaan zat doping akan bisa merusak fungsi organ tubuh.

Hal ini juga berlaku pada mobil jika menggunakan bahan bakar yang tidak tepat, maka akan bisa menyebabkan masalah pada mesin mobil .

Mesin Kepanasan
Selain itu, jika mesin diesel diisi dengan bensin maka akan menyebabkan overhating (kepanasan). Jika tingkat overheating sudah terlalu tinggi, maka bahayanya menyebabkan mobil harus turun mesin.

Nah, jika terjadi “bencana” turun mesin ini pada mobil kesayangan Anda, maka biaya perbaikannya ditaksir bisa mencapai angka belasan juta.


Fuel Pump Bisa Rusak
Disebabkan spesifikasi yang dibuat pada mesin diesel tidak cocok dengan jenis bahan bakar bensin, sehingga penggunaan bensin pada mobil bermesin diesel bisa mengakibatkan fuel pump akan cepat rusak.

Tentunya yang namanya kerusakan pada bagian mobil (apapun itu) maka akan memakan biaya besar untuk perbaikannya.

Nozzle Injector Kotor
Penggunaan bensin pada mobil bermesin diesel lama-kelamaan juga akan berakibat pada komponen nozzle injector yang menjadi kotor.

Dampaknya membuat pedal gas walaupun sudah diinjak dalam-dalam, tapi mesin hanya akan mengeluarkan suara raungan tanpa menghasilkan tenaga yang cukup agar mobil bisa melaju dengan normal.

Filter Solar Tersumbat
Selain kesalahan ini bisa menyebabkan tersumbatnya nozzle injector sehingga kotor, akibat penggunaan bensin ini juga bisa menyebabkan tersumbatnya filter solar pada mobil diesel. Dampaknya performa kekuatan tarikan mesin menjadi sangat rendah.

Bagaimana jika sudah terlanjur mengisi mesin diesel dengan bensin?

Jika dalam kondisi demikian, maka hal yang perlu dilakukan yaitu menguras bensin di dalam tangki dan fuel pump mobil. Untuk melakukannya maka perlu bantuan mekanik.

kemudikan kendaraan secara perlahan (kecepatan rendah), ingat jangan sampai Anda ngebut, jika mobil dibawa dengan kecepatan agak tinggi maka sudah dipastikan akan terjadi overhating.

Bawa mobil pelan-pelan menuju bengkel mobil terdekat, setelah itu kuras tangki bahan bakar yang berisi bensin tersebut secara menyeluruh. Kemungkinan biayanya paling tinggi Rp 500 ribu.

Kalau bisa bawa mekanik datang ke rumah Anda atau tempat Anda berada, tapi jika tidak bisa sehingga membawa mobil ke bengkel, maka kendarai mobil dengan kecepatan rendah dan putaran mesin maksimal 1.000 rpm.

Adapun sebenarnya langkah terbaik jika sudah terlanjur salah mengisi bensin adalah jangan sama sekali menyalakan mesin kendaraan, sehingga mobil perlu diderek untuk dibawa ke bengkel terdekat, untuk kemudian ditangani oleh mekanik yang bekerja menguras bahan bakar yang terlanjur salah isi.

Hal Terakhir
Nah, ini yang paling penting, pastikan Anda jangan sampai salah dalam mengisi bahan bakar kendaraan, karena jika sampai salah akan fatal akibatnya pada mesin mobil.

Anda perlu menyampaikan informasi jika mobil diesel milik Anda dipinjamkan ke teman atau orang lain, dikhawatirkan mereka tidak menyadari bahwa kendaraan yang digunakan ternyata bermesin diesel, kalau dia isi dengan bensin kan bisa berabe nantinya.

Apakah Aman Mencampur Solar dengan Sedikit Pertamax di Mobil Bermesin Diesel?

Ini menjadi kebiasaan yang tidak jarang dilakukan orang-orang, seperti sebuah info berupa foto yang diunggah di Facebook grup Motuba.

Pada foto yang diuggah tersebut terlihat seorang pengguna mobil Low Multi Purpose Vehicle yang bermesin diesel, melakukan pengisian BBM berupa Bio Solar sebesar Rp240 ribu, dan kemudian dicampurkan Pertamax sebesar Rp10 ribu.

Cara ini dianggap bisa memberikan efek positif berupa peningkatan power / tenaga mesin diesel. Walaupun mencampurkan solar dengan pertamax yang hanya sedikit, tapi hal ini bisa berdampak buruk bagi mobil bermesin diesel tersebut, apalagi jika mesin dieselnya sudah commonrail.

Anjar Kisworo, Service Department Head Astra Isuzu, mengatakan bahwa mencampurkan BBM pada mobil bermesin diesel berupa solar dengan sedikit pertamax adalah hal yang kurang baik dan tidak dianjurkan.

Dijelaskan olehnya bahwa teknologi commonrail diesel memerlukan adanya pelumasan. Oleh karena itu fungsi solar selain sebagai bahan bakar, juga untuk melumasi commonrail tersebut. Sedangkan jenis BBM Pertamax tidak memiliki fungsi pelumasannya.

Hal ini sebenarnya juga berlaku pada mesin diesel yang belum commonrail. Jikapun Anda ingin mencampurkan solar maka campurkan dengan yang sejenis, misalnyai Dexlite dengan Bio Solar, atau Dex.

Adapun dampak dari mencampurkan solar dengan bensin menyebabkan menurunnya kemampuan pelumasan, yang akibatnya berpotensi ada komponen yang mengalami aus.

Adapun jika mobil bermesin diesel diisi dengan bensin sepenuhnya (tanpa adanya solar), memang mobil akan bisa berjalan, tapi setelah itu mobil akan mogok, dan akan menunjukan banyak gejala aneh.

Hal ini seperti sebuah kejadian nyata di Jawa Timur seseorang yang salah dalam mengisi BBM untuk mobil dieselnya, mobilnya menjadi mogok. Kisahnya diceritakan di laman berjudul “Mobil Diesel Diisi Bensin Ya Mogok”


Tulisan Terkait: