43 Tips Perawatan AC Mobil Agar Lebih Awet & Dingin


AC mobil merupakan bagian penting sebagai fitur kenyamanan orang-orang yang ada di dalam mobil. Apalagi jika saat musim panas, AC tentu berperan penting untuk membuat kabin menjadi lebih sejuk.

Biasanya AC mobil mulai terasa muncul gejala aneh setelah penggunaan mobil dua tahun dari kondisi baru.

Untuk problem yang muncul pertama-tama ketika AC mobil bermasalah, yaitu angin AC kurang kencang dan kurang dingin.

Biasanya yang terjadi pada mobil baru, AC mobil yang mulai tidak dingin bukanlah akibat masalah teknis (kerusakan) yang terjadi di komponen AC mobil, namun akibat kondisi evaporator yang kotor dipenuhi debu (seperti lendir).

Karena kondisi tersebut menyebabkan hembusan dan hisapan angin (sirkulasi udara) di dalam kabin menjadi tidak optimal, sehingga kemampuan dalam mendinginkan ruangan kabin menjadi menurun.

Tips Perawatan AC Mobil

Berikut berbagai tips yang perlu dipraktekan agar AC mobil menjadi awet:

1. Usahakan Mencari Tempat yang Sejuk Saat Parkir

Saat Anda mencapai suatu tempat umum lalu ingin memarkir mobil, maka usahakan agar Anda menemukan tempat yang sejuk untuk parkir, atau tempat yang terlindungi dari sinar matahari langsung.

Dimana jika mobil Anda terkena sinar matahari langsung, maka bisa menyebabkan kabin mobil menjadi sangat panas, kondisi panas ini mengakibatkan kerja AC menjadi terlalu berat saat baru dinyalakan.

Jika kondisi tersebut terjadi terlalu sering, maka bisa menyebabkan AC menjadi cepat rusak, atau minimal kerjanya menurun.

2. Matikanlah AC Sebelum Mematikan Mesin Mobil

Timbulnya masalah dimana AC mobil tidak dingin dapat terjadi karena kebiasaan buruk yang tergolong sepele, yaitu mematikan mesin mobil sebelum mematikan AC mobil.

Penting diketahui, bahwa hal yang benar untuk dilakukan yaitu matikanlah AC terlebih dahulu sebelum Anda mematikan mesin mobil.

Jika sampai Anda lupa mematikan AC, bahkan AC terus dalam kondisi menyala sampai mesin mau dihidupkan, maka hal ini mengakibatkan timbulnya hentakan yang lebih besar pada kopling.

Jika hal tersebut sering terjadi maka dapat membuat AC mobil menjadi tidak awet.


3. Hindari Sering Menghidupkan dan Mematikan Mesin

Dari laman Kompas.com, seorang pekerja di bengkel spesialis AC mobil di kawasan Duren Sawit, Rustam menjelaskan bahwa jika sering menyalakan dan mematikan AC mobil dalam kondisi kendaraan sedang berjalan dengan kecepatan tinggi...

...maka hal ini bisa memberikan dampak pada perubahan putaran mesin secara signifikan, yang membuat beban kompresor menjadi berat.

“Jika dilakukan berkali-kali, misalnya dalam waktu 30 menit saat di jalan tol, Anda lebih dari dua kali mematikan dan menyalakan AC, akibatnya akan terjadi gesekan keras antar pulley dan pressure plate pada kompresor AC. Nantinya komponen magnet clutch di kompresor menjadi cepat terkikis, dan akhirnya bisa rusak,” kata Rustam.

Untuk para pengguna mobil hendaknya mematikan dan menyalakan AC saat kendaraan tidak berjalan. Namun, apabila keadaan memaksa untuk menghidupkan atau mematikan AC saat mobil berjalan, maka sebelum melakukannya harus menurunkan kecepatan kendaraan.

Adapun jika tidak darurat, hendaknya mematikan atau menghidupkan AC ditunggu saat mobil berhenti saja. Hal ini membantu untuk menjaga keawetan AC mobil.

4. Jangan Biarkan AC Mati dalam Waktu Lama (Setidaknya Hidupkan AC Seminggu Sekali)

Dari laman Metrotvnews.com, Alimin, seorang yang membuka praktek bengkel spesialis AC di bilangan Bekasi Barat, mengatakan bahwa keawetan dan kerusakan AC mobil tidak melulu faktor dari usia penggunakan, namun faktor lainnya yang sangat mempengaruhi adalah prosedur penggunaannya.

Prosedur penggunaan AC mobil yang tidak sesuai akan membuat AC menjadi tidak awet.

Nah, bapak Alimin menjelaskan bahwa hal yang perlu diingat, apabila AC mobil jarang digunakan maka bisa beresiko AC menjadi cepat rusak.

Menurutnya hal itu karena gas freon yang kelamaan mengendap dan mengalami pemuaian (akibat AC mobil jarang digunakan), sehingga mengakibatkan saluran AC menjadi keropos dan bocor.

Masalah seperti ini seringkali dialami oleh mereka yang jarang menggunakan mobil miliknya. Adapun cara mengantisipasi masalah seperti ini sangat mudah.

Caranya yaitu, Anda ketika memanaskan mesin mobil maka bisa sembari menyalakan AC sekitar 10 menit, lakukan setiap hari.

Manfaat dari melakukan ini supaya gas pendingin freon tidak mengendap, serta ada sirkulasi pada AC mobil.

Selain itu, manfaatnya juga untuk memastikan kondisi AC agar tidak dalam keadaan bermasalah.

5. Jaga Kebersihan Kabin Mobil

Penting untuk rajin membersihkan kabin mobil, apabila kabin jarang dibersihkan maka akan mengakibatkan debu atau kotoran menempel pada permukaan AC.

Kondisi ini mengakibatkan AC tidak bisa berfungsi dengan baik, hal-hal yang tidak normal akan terjadi seperti udara yang dihasilkan dari AC terasa kurang sejuk, dan masalah-masalah lainnya yang mungkin timbul.

6. Periksa Secara Berkala Putaran Extra Fan

Apabila AC pada mobil Anda telah menggunakan kipas kondensor (extra fan), maka hal perlu Anda lakukan yaitu mengecek kondisinya secara berkala.

Hal ini membantu Anda supaya AC mobil bisa selalu bekerja dengan normal, sehingga udara yang keluar akan optimal kesejukannya.

Apabila extra fan mobil telah mati, extra fan biasanya bekerja saat AC mobil dinyalakan, pada beberapa kejadian yaitu extra fan tidak bekerja, namun fan utama masih bisa bekerja dengan baik.

Terdapat dua penyebab dari masalah extra fan yang mati tersebut, bisa kemungkinan motor fannya yang telah rusak, itu menyebabkan tegangan listrik tidak masuk.

Untuk mengeceknya, caranya yaitu pertama-tama lepas socket kabel pada extra fan, disana umumnya terdapat 2 terminal satu + dan satu –.

Lalu periksa kunci kontak on, lalu periksa posisi AC masih on, lalu periksa apakah disana ada tegangan 12 volt.

Lalu jika ada tegangan, maka posisikan AC off, apakah tegangannya hilang.

Jika saat AC on ada tegangan masuk, itu artinya aliran listrik ke motor extra fan dalam kondisi baik.

Adapun jika ketika dilakukan pengecekan dan diketahui tegangan tidak muncul, maka telusuri darimana putusnya tegangan tersebut.

Kemungkinannya, bisa pada fuse, switch, rangkaian kabel yang bermasalah, atau massa (-) yang kurang kuat.

Apabila tegangan masuk, namun motor tidak bekerja, maka secara perlahan pukul-pukul dari luar pada body motor, terkadang masalah motor fan tidak bekerja terjadi akibat penumpukan kotoran.

Dengan dipukul secukupnya maka bisa membuat kotoran menjadi rontok, sehingga extra fan bisa kembali bekerja normal.

Kemungkinan lainnya penyebab dari motor fan yang tidak bekerja yaitu kumparan yang rusak, solusinya maka harus mengganti motor fan.


7. Bukalah Jendela Setelah Mesin Mobil Dihidupkan

Sebuah hal yang penting Anda ingat, yang merupakan suatu kesalahan yang perlu Anda hindari, dimana menghidupkan AC saat mesin mobil sudah dihidupkan dan mulai melaju, namun jendela pada mobil yang sebelumnya tertutup tidak dibuka dahulu.

Hal itu perlu dihindari, karena ketika mobil terparkir dalam kondisi semua jendela tertutup, maka suhu udara di dalam kabin mobil akan naik (panas).

Terutama lagi jika Anda memarkir mobil di tempat terkena sinar matahari langsung, maka kondisinya sangat panas di dalam kabin mobil.

Kondisi di dalam kabin mobil yang sedang panas-panasnya, lalu Anda langsung menyalakan AC, maka hal ini kurang baik.

Hal itu karena akan menyebabkan AC bekerja terlalu keras, dimana untuk mendinginkan kondisi kabin seperti itu maka akan memerlukan tenaga yang besar dan waktu yang lebih panjang.

Dengan begitu, hendaknya sebelum menghidupkan AC maka stabilkan dahulu suhu di dalam kabin mobil.

Caranya yaitu dengan membuka jendela mobil sesaat setelah mesin mobil dinyalakan. Setelah lima menit, maka barulah menghidupkan AC mobil.

Ingat kembali! Ketika baru saja masuk ke dalam mobil maka buka jendela, sehingga akan mengeluarkan hawa panas dari dalam kabin mobil, agar kerja AC tidak berat.

8. Ketika Menempuh Perjalanan Jauh, Istirahatkan AC

Mematikan AC mobil sementara saat Anda berkendara menempuh perjalanan yang lama (jauh). Maka dengan mematikan AC ini sangat penting agar AC bersitirahat bekerja.

Hal ini agar mencegah AC mendinginkan seisi kabin mobil secara terus-terusan karena kurang baik, dan mencegah terjadinya pembekuan di saluran AC.

9. Bersihkan Lantai Mobil Secara Rutin

Anda harus memastikan kabin mobil dalam kondisi baik, sehingga Anda perlu mengusahakan secara rutin untuk membersihkan lantai atau karpet mobil.

Kondisi kabin yang bersih dari debu atau kotoran, maka kerja AC mobil akan berjalan dengan normal (tidak diberatkan akibat debu atau kotoran), sehingga membuat AC mobil tetap awet.

10. Periksa Filter Kabin Secara Teratur

Anda juga perlu mengecek filter kabin secara teratur, hal ini cukup penting, agar mencegah timbulnya masalah berupa AC mobil yang tidak dingin, hanya keluar angin saja.

Memerisa filter kabin secara teratur membantu agar AC mobil tetep awet, hal ini juga berguna untuk memastikan kondisi filter kabin berfungsi dengan normal.

Filter kabin memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu menyaring kotoran-kotoran halus seperti debu, agar mencegah debu masuk ke dalam evaporator AC mobil.

11. Saat AC Telah Hidup, Maka Tutup Jendela Mobil

Setelah AC menyala dan suhu mobil sudah terasa sejuk / dingin, maka hindari membuka jendela mobil. Hal itu karena membuka jendela mobil mengakibatkan kotoran atau debu dari luar akan masuk ke dalam mobil.

Sehingga debu yang masuk melalui jendela yang terbuka ini akan mengotori kabin mobil, kondisi ini jika sering terjadi maka akan mengakibatkan AC mobil lama kelamaan menjadi kurang dingin.

Debu dan kotoran adalah musuh utama dari AC mobil, karena debu ini yang membuat AC mobil tidak bisa dingin secara optimal.

12. Jangan Merokok Saat AC Menyala

Ketika seseorang merokok di dalam mobil, maka asap dari rokok yang dinyalakan nantinya terhisap masuk ke dalam blower, setelah itu asap akan menempel pada evaporator. Dampaknya akan menyebabkan evaporator dalam kondisi kotor.

Kotoran yang diakibatkan oleh asap rokok yang menumpuk / mengendap pada evaporator, akan mengganggu kerja evaporator, yang tentunya efeknya akan membuat AC tidak bisa dingin secara optimal.

13. Servis AC Mobil Secara Teratur

Melakukan pengecekan dan servis AC mobil dilakukan dengan mengunjungi bengkel atau dealer-dealer resmi mobil Anda.

Untuk panduan dalam melakukan servis AC mobil, pada setiap 6 bulan (10.000 km) gantilah filter kabin.

Pada setiap 1 tahun lakukan servis ringan pada blower dan kondensor, serta ganti filter dryer.

Pada setiap 2 tahun lakukan service besar berupa servis evaporator, kondensor, dan blower.

Selain itu, setiap 2 tahun juga Anda perlu mengganti dryer dan filter kabin, serta berarti Anda juga akan melakukan vaccun+oli, dan pengisian freon.

Anda perlu secara teratur melakukan servis, sehingga AC mobil nantinya bisa menjadi lebih awet dan bisa berfungsi secara normal, sehingga AC meghasilkan suhu yang sejuk secara maksimal.


14. Jangan Menaruh Pengharum Mobil di Dekat AC

Pengharum ditaruh sangat dekat dengan AC mobil tujuannya agar bau harum bisa sangat cepat terasa ke semua bagian dalam mobil.

Namun hal tersebut jangan dilakukan, karena pengharum yang mengandung zat kimia nantinya akan masuk ke dalam evaporator.

Di dalam pengharum terkandung bahan minyak, yang nantinya berpotensi mengendap sehingga menjadi tempat tinggal yang “nyaman” bagi kuman, bakteri, atau jamur.

Hal ini bisa semakin buruk jika kadar kandungan ALC dari pengharum sangat tinggi. Dimana semakin tinggi kadar kandungan ALC, maka semakin tinggi dampaknya membuat AC berbau asam.

15. Hindari Baru Menghidupkan AC Setelah Mobil Melaju

Setelah mobil melaju maka RPM (Rotation Per Minute) akan dalam kondisi putaran yang tinggi. Hal yang sering terjadi oleh para pengguna mobil, ketika putaran tinggi mereka baru menghidupkan AC mobil.

Banyak pengguna mobil yang menghidupkan AC mobil setelah mobil melaju, hal ini kurang baik karena dampaknya bisa buruk pada kinerja AC mobil.

Ketika putaran RPM mesin mobil tinggi, maka komponen pulley juga akan menghasilkan kecepatan putaran yang tinggi.

Komponen pulley selalu berputar ketika mesin mobil hidup atau nyala. Dan ketika AC dihidupkan dalam kondisi RPM mesin tinggi dan juga putaran pulley tinggi, maka akan terjadi suatu gesekan antara pulley dan pressure plate.

Gesekan yang terjadi secara berulang kali ini mengakibatkan kedua komponen tersebut lama-kelamaan akan aus.

Jika kedua komponen tersebut sampai mengalami aus, akan menyebabkan tidak lancarnya kinerja putaran mesin, dimana fungsi dari putaran mesin ini adalah untuk mensuplai tenaga pada kompresor.

Sehingga hal ini membuat fungsi kompresor akan bermasalah, dampaknya kerja AC juga akan bermasalah (kurang dingin). Dimana kompresor berfugnsi untuk menekan Freon yang nantinya dikonversi menjadi udara sejuk / dingin.

Dampak lainnya yaitu muncul suara berisik saat AC dihidupkan. Sumber suara berasal dari gesekan antara pulley dan pressure plate.

16. Pastikan Anda Memilih Komponen-komponen Berkualitas

Faktor yang juga menentukan tingkat keawetan AC mobil yaitu kualitas dari komponen-komponen yang menunjang kerja AC, seperti evaporatir, kompresor, kondensor, filter dryer, dan beberapa lainnya.

Usahakan agar Anda dalam membeli komponen-komponen AC tersebut, maka belilah yang berkualitas tinggi. Jangan tertipu dengan harga murah, akan tetapi nantinya malah membahayakan AC mobil Anda.

17. Jangan Matikan AC dalam Jangka Waktu Lama

Sebuah kesalahan jika seseorang berpikir bahwa mematikan AC dalam waktu lama atau jarang menghidupkannya akan membuat AC mobil awet.

Itu adalah sesuatu yang keliru, membiarkan AC mati secara terus menerus dalam waktu lama justru menyebabkan AC mobil cepet rusak.

Jika AC mobil yang tidak pernah dihidupkan dalam waktu lama, akan mengakibatkan selang dan belt AC menjadi cepet kering, sehingga fungsinya menjadi kurang baik.

18. Hati-hati dalam Memilih Pengharum Kabin

Dalam menggunakan produk pewangi untuk kabin mobil maka jangan asal pilih. Anda harus memilih jenis pengharum yang produknya dibuat khusus sebagai pengharum untuk kabin mobil.

Salah dalam menggunakan jenis pengharum untuk kabin mobil, akan mengakibatkan kerja AC mobil menjadi terganggu.

19. Jika Terpaksa Hidupkan AC Mobil Saat Melaju, Maka Hidupkan AC Saat RPM Rendah

Hendaknya menghidupkan AC mobil sebelum mobil melaju, tetapi jika memang terlambat, sehingga terpaksa untuk menghidupkan AC mobil saat melaju, maka hidupkan AC mobil dalam kondisi posisi putaran RPM mesin rendah.

Yaitu menghidupkan AC ketika pedal gas tidak dalam posisi diinjak. Hal ini supaya komponen pressure plate dan pulley tidak terjadi gesekan parah yang mengakibatkan keduanya aus. Jika komponen tersebut aus maka akan menyebabkan kerja AC tidak maksimal.

20. Cegah Kebocoran AC

Untuk mencegah kebocoran maka periksa bagian-bagian dari AC seperti lubang drainase, selang dan segel gasket. Periksa juga komponen AC Mobil lainnya.

Segel gasket yang lokasinya diatas AC mobil, jika diketahui segel gasket rusak maka hendaknya diganti. Mengganti segel gasket yang rusak ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kebocoran AC pada mobil.

Selain itu, Anda perlu membersihkan lubang drainase yang terdapat pada pan kondensasi. Lalu cek juga bagian selang untuk memastikan kondisinya tetap baik (tidak aus), apabila selang bermasalah maka hendaknya diganti.

21. Jika AC Mobil Mengeluarkan Bau

Jika AC mobil mengeluarkan bau, beberapa penyebabnya yaitu akibat penggunaan pengharum mobil yang asal-asalan. Menggunakan bahan pengharum yang berkualitas rendah akan berakibat mengotori evaporator.

Penyebab lainnya AC mobil mengeluarkan bau yaitu akibat kotoran dan debu yang masuk ke dalam kabin.

Kondisi ini terjadi biasanya karena berkendara sambil membuka jendela. Selain itu penggunaan sendal dan sepatu yang kotor juga membuat mobil menjadi banyak debu.

Kotoran dan debu di dalam mobil ini nantinya bisa menempel pada evaporator, yang kemudian menjadi penyebab tumbuhnya jamur, yang kemudan menimbulkan bau kurang sedap.

Oleh karena itu hindari berbagai penyebab AC menjadi mengeluarkan bau, termasuk asap rokok bisa mengakibatkan hal ini.

22. Jika AC Mobil Tidak Dingin

Apabila seseorang pergi ke bengkel AC mobil yang kurang terpercaya, akan selalu diinformasikan bahwa penyebab AC mobil dingin karena freon habis sehingga perlu diisi ulang.

Padahal perlu diketahui bahwa freon tidak akan habis untuk waktu yang lama. Apabila freon habis dengan cepat, itu menandakan adanya masalah kebocoran pada sistem pendingin kendaraan.

Adapun secara umum beberapa penyebab AC mobil tidak dingin yaitu:
  • Terjadinya kebocoran pada selang / pipa AC, hal ini seringnya terjadi karena pemakaian part yang kurang baik, ataupun menggunakan part yang tidak original.
  • Kerusakan pada evaporator dan kondensor, pemicu kerusakan karena terkena benda dan kotoran kecil semacam kerikil dan lainnya.
  • Kerusakan pada komponen kompresor, jika hal ini terjadi umumnya akan mucul bunyi dari ruang mesin tempat kompresor AC berada.

Anda perlu meneliti berbagai penyebab tersebut jika AC tidak dingin, lalu lakukan perbaikan pada hal-hal yang bermasalah tersebut.

23. Ketahui Ciri-ciri Freon AC Mobil Habis

Freon tidak boleh habis dalam jangka waktu yang lama. Apabila dibiarkan akan bisa merusak sistem AC mobil, alhasil Anda akan terkena biaya perbaikan yang besar. Ciri-ciri freon AC mobil habis yaitu:
  • Kipas AC tidak berputar walaupun telah dinyalakan.
  • AC tidak lagi terasa dingin dan hanya mengeluarkan angin.
  • Putaran mesin (rpm) tidak mengalami perubahan naik atau turun ketika AC dinyalakan.
  • Freon yang terlihat berbusa menandakan bahwa freon AC sudah habis. Adapun freon AC mobil yang masih ada maka akan terlihat bening.
  • Hentakan kompresor tidak bekejra karena magnetic clutch terputus oleh switch pressure.
  • Anda dapat secara langsung memeriksa melalui lubang pengisian freon, yang bentuknya seperti pentil ban. Anda buka penutupnya, lalu tekan atau tusuk memakai alat bantu seperti paku. Jika terlihat semburan gas keluar, hal ini berarti freon masih ada.

Freon di sistem AC tidak akan habis jika tidak mengalami kebocoran. Akan tetapi, apabila diketahui terjadi kebocoran, maka perlu diservice.

Tips Lainnya:

24. Apabila Anda akan menyalakan mobil, maka sebelumnya Anda harus memastikan posisi AC dalam kondisi mati.

25. Tambahkan oli pada compressor AC mobil ketika melakukan service AC, minta agar dilakukan isi ulang oli pada compressor sebelum freon diisi oleh petugasnya. Jangan hanya sering menambahkan freon saja, dimana jika oli compressor kurang mengakibatkan terjadinya aus pada compressor, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah pada komponen AC mobil lainnya.

26. Rajinlah untuk membersihkan kabin mobil dari kotoran dan debu, terutama pada karpet bagian depan.

27. Hindari saat mengendarai mobil, jendela dibuka lebar-lebar, terutama ketika AC mobil hidup.

28. Jangan merokok di dalam mobil saat AC menyala, karena AC mobil akan rentan mengalami kerusakan. Kimiawi asap rokok dapat merusak cooling coil dari salah satu komponen eveaporator AC mobil.

29. Anda perlu membersihkan kondensor ketika mencuci mobil, agar membuang debu dan kotoran yang menempel di dalamnya.

30. Anda perlu memelihara tekanan pendingin agar mencegah selang dari AC mobil mengalami pengerasan.

31. Gunakanlah filter kabin, dimana kondisi kabin yang kotor akan membuat AC ikut kotor. Anda perlu memasang filter kabin untuk menjaga kebersihan kabin mobil. Nantinya filter kabin bekerja untuk menyaring debu maupun kotoran agar tidak masuk ke dalam evaporator.

32. Ketahui kerusakan di dalam filter kabin, maka nantinya tinggal diperbaiki. Apabila kondisi kerusakan sudah parah maka perlu mengganti filter kabin.

33. Membersihkan kondensor saat mencuci mobil, dimana kotoran yang menempel pada kondensor berpotensi memicu kebocoran AC. Anda dapat melakukannya dengan menyemprot ke kondensor AC, yang posisinya tepat dibalik terali bagian depan.

34. Mengatur suhu AC hingga 16 derajat dalam waktu lama beresiko AC mobil menjadi tidak awet. Hendaknya Anda mengatur suhu AC mobil yang standar yaitu 24-26 derajat. Sesuaikan dengan kondisi, dengan setting suhu AC mobil yang standar, berguna agar AC mobil awet.

35. Periksa AC mobil secara berkala yaitu setidaknya 6 bulan sekali. Anda bisa mengecek sendiri, caranya hanya dengan merasakan hembusan aliran udara yang dikeluarkan AC, apakah masih terasa dingin atau tidak. Demikian juga perhatikan suaranya, apakah masih normal.

36. Product Manager Coolkars Serpong, Susanto menjelaskan bahwa AC mobil membutuhkan perawataan khusus saat musim hujan. Pada musim penghujan lakukanlah pembersihan secara rutin pada kisi-kisi kondensor, bersihkan dari lumpur yang menempel, hal ini perlu lebih sering dilakukan saat kondisi musim hujan.

37. Periksa putaran extra fan, extra fan berputar untuk membuang panas kondensor saat AC hidup. Apabila mobil tidak menggunakan extra fan, maka periksa apakah kipas radiator berputar normal saat AC hidup, karena kipas radiator tersebut bisa berfungsi sekaligus sebagai extra fan.

38. Jangan meletakan parfum yang tajam didekat putaran blower AC ataupun grill AC.

39. Saat anda pulang kampung yang memerlukan waktu puluhan jam perjalanan, maka disarankan untuk mengistirahatkan AC beberapa saat.

40. Mobil sekarang sangat bergantung dengan yang namanya ekstra fan untuk mendinginkan mesin, jika ekstra fan sudah lemah apalagi sampai mati, maka temperatur mesin bisa menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu periksalah ekstra fan sebelum berangkat ke tempat jauh. Jangan sampai akibat tidak mengetahui ekstra fan mati, sehingga timbul keruskan yang fatal.

41. Apabila Anda menemukan sesuatu yang aneh atau tidak biasa pada AC mobil, apalagi jika ketidakwajaran sangat jelas terjadi, maka jangan ragu untuk pergi ke bengkel spesialis AC mobil. Hal ini agar kerusakan pada komponen tidak semakin parah.

42. Periksakan ke bengkel resmi AC saat terdapat tetesan air yang keluar dari selang atau kisi-kisi AC. Adanya tetesan air tersebut menandakan ada suatu ketidakberesan pada sistem penyejuk ruangan mobil.

43. Jika mengalami kerusakan pada AC, hendaknya dilakukan servis di bengkel resmi produsennya.

Artikel yang disarankan untuk Anda baca:
Kisaran Biaya Perbaikan AC Mobil Rusak, Catat Buat Pedoman -- Viva.co.id


Tulisan Terkait:

loading...
loading...