25 Tips Berkendara Mobil di Jalan Raya (Termasuk Saat Musim Hujan)

Hal yang sangat penting agar menjadi pengemudi yang baik dan disiplin aturan, sehingga meminimalisir resiko kecelakaan yang membahayakan diri maupun pengedara lainnya.

Berkendaraan menggunakan mobil memerlukan persiapan dan antisipasi tersendiri dibandingkan berkendara dengan motor.

Meskipun mobil sudah memperoleh perawatan yang baik dan teratur, sampai kondisi mesin, ban dan sistem pengereman yang baik, ada banyak hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Tips Berkendara Mobil

Langsung saja, berikut di bawah ini berbagai tips berkendara mobil di jalan raya:

1. Safety Belt

Penting untuk mengenakan safety belt (sabuk pengaman), pastikan juga dalam kondisi yang kencang sehingga bisa berfungsi dengan baik (kencang), hal ini memberikan keamanan bagi pengguna mobil (terutama pengemudi).

Safety Belt akan melindungi pengguna kendaraan dari cedera ketika pengereman mendadak, atau melindungi dari cedera lebih berat ketika mengalami kecelakaan. Penggunaan safety belt yaitu menyilangkan safety belt dari tulang bahu hingga ke pinggul.

2. Posisi Spion yang Benar

Ini sangat penting, Anda harus memastikan tepat pada posisi spion samping maupun dalam, hal ini penting agar pengemudi bisa melihat semua sudut dengan baik, terutama bagian belakang.

Ketepatan posisi spion ini untuk mencegah terjadinya benturan dengan kendaraan lainnya, akibat kendaraan dari belakang yang muncul namun tidak disadari oleh pengemudi. Kejadian ini sering berawal karena posisi kaca spion yang tidak tepat.

3. Jika bepergian jauh, perhatikan barang bawaan

Penting diketahui, bahwa berat beban (barang) di dalam mobil bisa mempengaruhi penggunaan bahan bakar. Oleh karenanya, hendaknya Anda mengeluarkan barang dari dalam mobil yang memang tidak diperlukan.

Apabila di mobil ada roof rack, namun tidak digunakan maka disarankan dilepas. Adapun jika roof rack diperlukan untuk membawa barang yang banyak, maka kodisi beban mobil cukup berat.

Dengan kondisi begitu, hendaknya berkendara dengan kecepatan lebih rendah dibanding biasanya (saat tidak membawa barang berat).


4. Periksa Kondisi Mobil

Anda harus memeriksa kondisi kendaraan sebelum mulai bepergian, seperti memeriksa tekanan angin ban, lampu indikator, kondisi bodi mobil, mengecek kebocoran oli, minyak rem dan bagian bawah mobil yang memiliki fungsi vital.

Kondisi kendaraan yang prima sangat penting agar memberikan rasa aman, terutama saat melakukan perjalanan jauh.

Periksa oli mesin, pastikan volume oli mesin cukup. Untuk memeriksa volume oli mesin yaitu perhatikan level pada stik oli. Perhatikan batas oli yang menempel pada stik, pastikan level oli berada di dekat garis “F”, jika posisinya sedikit dibawah garis level “F“ maka tidak mengapa. Jika sangat kurang maka tambahkan.

Periksa air radiator agar dalam kondisi penuh. Periksa air reservoir sampai batas level yang masih mencukupi (tidak wajib penuh).

Cek kondisi selang radiator dan selang penghubung ke reservoir, pastikan kondisinya baik, sehingga mencegah selang pecah saat diperjalanan. Selain itu, sambungan selang ke mesin dan ke radiator harus kencang dan tidak bocor.

Pastikan kondisi filter dan selang bensin baik, dan selang bahan bakar tidak mengalami kerusakan atau kebocoran. Cek filter bensin, pastikan tidak tersumbat.

Pastikan kondisi pedinginan mesin mobil oleh kipas mesin berjalan dengan baik.

Apabila timing belt sudah digunakan sejauh 50.000 Km, hendaknya diganti dengan yang baru.

Jika ingin melakukan perjalanan jauh, maka air filter (saringan udara) harus dibersihkan.

Cek kondisi ban, pastikan tidak ada benda tajam yang merusak ban. Periksa juga tekanan angin ban, Tekanan ban yang normal yaitu antara 30-34 psi.

Periksa sistem rem, pastikan tidak ada kebocoran pada selang dan master rem. Selain itu cek apakah terdapat basah pada bagian dalam velg, dimana itu sebagai tanda kebocoran silinder roda.

Sangat penting untuk memastikan sistem rem bekerja dengan baik. Pastikan semua lampu menyala dengan baik.

Pastikan wipper kaca mobil berfungsi dengan baik, hal ini sangat berguna ketika terjadi hujan.

5. Posisi Memegang Setir

Posisi Memegang Setir

Untuk penguasaan setir, maka hendaknya Anda memegang setir dengan kedua tangan berada di posisi jam 3 dan 9, cara memegang setir seperti ini akan lebih aman.

Saat terjadi hal yang tidak diduga yang bisa membuat kaget (terutama kecelakaan), air bags atau kantong udara akan mengembang berada diantara kedua tangan.

Posisi kedua tangan di jam 3 dan 9, juga akan membuat Anda lebih mudah dalam menyalakan tuas lampu belok maupun wiper, dengan hanya menggunakan jari sehingga tidak perlu menggunakan tangan yang bisa menganggu proses menyetir di jalan raya.

6. Buang Kebiasaan Buruk di Kendaraan

Hindari segala kebiasaan buruk saat mengemudi, seperti merokok, membuka ponsel, menelpon, dan hal buruk lainnya yang beresiko menyebabkan kecelakaan.

Usahakan agar Anda semaksimal mungkin berkonsentrasi dalam mengemudi. Jika ingin melakukan sesuatu hal yang bisa merusak konsentrasi (seperti mengirim SMS) maka hendaknya pengemudi berhenti sejenak di tempat aman (pinggir jalan raya).

7. Hindari Meludah Sembarangan

Meludah sembarangan saat kendaraan sedang melaju kencang di jalanan yang ramai, bisa menyebabkan konflik dengan pengguna jalan lainnya.

Ludah sangat rentan terbawa angin hingga mengenai pengemudi motor di belakang Anda, maka pengguna jalan lain bisa sangat marah sehingga terjadi konflik yang tidak diinginkan di jalanan.


8. Jangan Mengemudi Saat Mengantuk

Mengantuk adalah hal yang manusiawi, namun bagi pengemudi mengantuk adalah hal yang berbahaya, karena bisa menyebabkan pengemudi tidak mampu konsentrasi, sehingga sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan.

9. Jangan Menambah Kecepatan Saat Lampu Lalu Lintas Menyala Kuning

Ini kebiasaan buruk pengemudi yang bisa sangat membahayakan. Seperti kita tahu, jika lampu kuning menyala menandakan pengemudi harus mengurangi kecepatan karena sebentar lagi akan menyala lampu merah.

Akan tetapi, pada banyak praktek di lapangan saat lampu kuning menyala justru para pengendara malah menambah kecepatan.

Menambah kecepatan saat lampu lalu lintas menyala kuning sangat membahayakan, jika kendaraan dari arah kanan atau kiri melaju karena lampu lalu lintas mereka mulai menyala hijau, maka dapat beresiko terjadi tabrakan. Demikian juga, jika mengerem mendadak maka akan ditabrak dari belakang.

Oleh karena itu, sesuai aturan maka ketika pengemudi melihat lampu lalu lintas menyala kuning, maka itu artinya bersiap untuk berhenti dengan mengurangi kecepatan. Menambah kecepatan saat lampu kuning akan membahayakan keselamatan orang-orang, termasuk diri Anda sendiri.

10. Jika Berjalan Pelan maka Jangan di Lajur Kanan

Jika Berjalan Pelan maka Jangan di Lajur Kanan
Sumber gambar: Ngehits.net

Berjalan dengan kecepatan rendah saat di jalur kanan (terutama jalan tol) maka hal ini sudah jelas merupakan kesalahan. Dimana penggunaan lajur kanan hanya untuk kendaraan berkecepatan tinggi atau untuk mendahului.

Adapun jika pengemudi hanya ingin berkendara santai sehingga tidak ingin menyalip maka posisikan mobil di lajur tengah atau kiri. Jika mobil berjalan lambat di lajur kanan akan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas.

11. Jaga Jarak Aman

Saat mengemudi penting untuk menjaga jarak aman, terutama saat macet. Mobil jaraknya jangan terlalu dekat dengan mobil di depan, karena kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi kemudian.

Sehingga Anda perlu memberi ruang yang cukup, ketika mobil di depan mengerem mendadak maka Anda bisa dengan mudah mengantisipasinya.

Agar mobil bisa mengerem dengan optimal, maka sebelumnya Anda harus memeriksa minyak rem. Demikian juga periksa hal penting lainnya seperti tekanan angin pada ban, lampu indikator, dan bagian bawah kendaraan dari kebocoran oli.

12. Ikuti Arus Lalu Lintas dengan Baik

Penting untuk mengikuti arus lalu lintas dan rambu-rambu lalu lintas secara baik dan benar. Apabila Anda melanggar peraturan lalu lintas dapat terkena jeratan undang-undang, sehingga Anda bisa terkena denda yang jumlahnya besar. Menaati peraturan lalu lintas juga penting agar pengendara terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan.

13. Beberapa Barang yang Sebaiknya Ada di Laci Mobil

Laci ini digunakan pengemudi untuk menyimpan berbagai benda, biasanya diisi dengan struk parkir dan semacamnya. Namun sebagai tips, laci mobil hendaknya dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa benda yang sangat penting ketika mobil mengalami masalah di jalan. Benda-benda tersebut seperti:
  • Kabel jumper portabel yang lengkap dengan baterai sebagai catu daya. Alat ini berguna ketika tegangan aki mobil lemah dan kondisinya Anda berada di jalan yang sepi. Alat bisa sedikit memberi tambahan daya pada aki, sehingga mesin mobil bisa dinyalakan.
  • Senter, benda ini pasti berguna ketika mesin mogok, atau ketika Anda perlu memeriksa bagian kolong mobil. Gunakan senter yang berteknologi LED supaya lebih hemat.
  • Peta jalan, ini hendaknya juga disimpan di laci mobil, walaupun saat ini terdapat teknologi GPS yang terpasang pada gadget, akan tetapi ketika baterainya habis maka Anda masih menyimpan peta jalan di laci.
  • Letekan buku manual kendaraan di laci. Walaupun mungkin jarang dibaca, tetapi buku ini bisa penting saat Anda memerlukan informasi mengenai spesifikasi mobil.

14. Hal Penting Jika Anda Berkendara Jarak Jauh

Pastikan bahwa benar-benar membawa SIM dan kelengkapan surat-surat kendaraan, hal ini sangat penting ketika Anda terkena pemeriksaan di tengah perjalanan yang jauh.

Dalam menempuh perjalanan yang jauh maka jangan minum alkohol ataupun obat yang memunculkan rasa kantuk.

Pastikan rem dan gas bekerja dengan baik, dimana tidak ada satupun benda yang menghalangi. Siapkan juga ban serap dalam kondisi baik.

Pastikan baut roda sudah kencang. Pastikan Anda membawa dongkrak dan pembuka ban.

Jika Anda menyewa kendaraan, maka pastikan di dalamnya tidak terdapat barang berbahaya berupaobat obat terlarang bekas penyewa terdahulu.

Siapkan air minum dan makanan kecil secukupnya untuk diperjalanan. Jika ada anggota keluarga yang sering mabuk darat, maka pastikan untuk meminum obat anti mabuk sebelum berangkat.

Jangan biarkan anak-anak duduk di samping stir, karena bisa mengundang bahaya karena anak-anak belum mengerti.

Setiap perjalanan 3 jam maka berhentilah sesaat untuk istirahat, hindari memaksakan diri mengemudi jika kondisinya tidak mampu. Hindari makan terlalu kenyang karena bisa memunculkan rasa kantuk.

Apabila melalui daerah berkabut, dimana lampu kabut tidak mampu menembus kabut, maka disaranlan berhentilah sementara sampai kabutnya menipis, sehingga jarak pandang aman.


15. Peralatan Sederhana yang Wajib ada di Mobil Ketika Bepergian Jauh

Untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan saat di jalan, ada beberapa peralatan darurat yang bisa dibawa, yaitu:
  • Kabel Jumper, digunakan jika aki mobil tiba-tiba rusak. Kabel jumper berfungsi untuk menghubungkan ke aki dari pengendara lain, sehingga mobil bisa menyala untuk sementara waktu, baru setelah itu dapat mengganti aki di bengkel. 
  • Towing hook, berguna saat mobil mogok, yang akan memudahkan meminta bantuan dari pengendara lain ketika mobil tiba-tiba mati di jalan. 
  • Kunci roda, berguna ketika mobil tiba-tiba mengalami kempes atau ban bocor. Kunci roda sangat penting untuk mengganti ban. 
  • Kunci dongkrak , berguna untuk membantu menaikan kendaraan saat ingin mengganti ban. 
  • Kotak P3K sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan saat di jalan. 

Senior Instruktur Indonesian Road Safety Agent (IRSA), Poedyo Santosa, menjelaskan bahwa perlu menyiapkan peralatan yang penting dalam kondisi darurat. Bawalah Toolset seperlunya atau yang penting-penting, yaitu dongkrak, kunci roda, obeng set, kunci pas, P3K, kain majun (potongan kain), selotip, dan gunting.

16. Pengereman Saat Musim Hujan

Di musim hujan, Anda harus hati-hati dalam berkendara. Jangan memacu kendaraan terlalu kencang, Anda perlu menurunkan kecepatan mobil saat hujan, serta jaga jarak aman dengan kendaraan lainnya.

Kondisi jalan yang basah mengakibatkan Anda akan memerlukan waktu yang relatif lebih banyak untuk mengerem, dimana kondisi aspal yang lebih licin dibanding biasanya.

Saat mengerem di jalanan basah, mobil masih bisa melaju beberapa meter lagi karena traksi yang berkurang.

Bagi pengguna mobil manual atau matik ketika hujan, maka jangan menembus RPM lebih dari 5.000. Pengemudi perlu mengurangi 30 persen dari biasanya. Kondisi RPM yang tinggi sekali saat hujan mengakibatkan mobil sulit untuk dikendalikan.

17. Tukarkan Ban Mobil dengan Posisi Silang Saat Musim Hujan

Ban Mobil
Sumber gambar: Freestockphotos.biz

Pereli nasional Rifat Sungkar memberikan tips aman berkendara di musim hujan, seperti yang dikutip dari Toyota Astra. Sebelum bepergian di musim hujan , hal yang perlu dilakukan yaitu menukar posisi roda mobil secara menyilang.

Artinya, ban kiri depan ditukar dengan ban belakang kanan. Dan, ban kanan depan ditukar dengan ban belakang kiri.

Untuk apa melakukan hal ini? hal itu karena selama ini saat di jalanan panas, ban depan itu jauh kemakan dibanding ban belakang. Sementara jika hujan, handling itu utamanya berada di depan.

Rifat Sungkar memberikan tips lainnya, yaitu isi angin ban sesuai dengan standar dari pabrikan, oleh karena itu jangan asal isi angin ban sehingga menjadi tidak standar.

Lalu pada posisi semburan air wiper, hendaknya air yang keluar sejajar dengan posisi pandangan mata pengendara.

"Kalau airnya ke atas, air belum jatuh tapi sudah kebawa wiper. Kalau ke bawahan pas kencang, pas disemprot makin ke bawah lagi, karena itu ada aerodinamik," kata Rifat Sungkar.

18. Jika Panel Bahan Bakar Menampilkan Tanda Ingin Habis, Jangan Keburu Panik!

Ketika berkendara, lalu melihat panel bensin berada di dekat tanda 'E' yang artinya habis, hal ini membuat pengendara akan merasa panik. Apalagi jika sedang dalam kondisi macet, atau berada di kawasan yang jauh dari SPBU.

Hendaknya pengendara jangan panik, dimana lampu indikator bahan bakar yang menyala merah sebenarnya bukan berarti tangki bensin nyaris kosong. Umumnya tangki masih mempunyai cadangan bensin sekitar 5 sampai 8 liter, hal ini seperti yang dikutip dari Toyota Astra.

Anda masih memiliki kesempatan untuk mengisi bahan bakar, dimana Anda masih memiliki sisa setidaknya 5 liter bensin. Jika mesin kendaraan besar maka akan semakin besar juga sisa bensinnya.

Hitungan sederhananya, apabila mobil menyisakan bahan bakar sebanyak 5 liter saat indikator menyala, dimana konsumsi BBM pada umumnya yaitu 10 km akan membutuhkan satu liter bensin.

Dengan begitu, diperkirakan mobil masih bisa melaju hingga 50 km lagi. Bahkan jika mobil yang digunakan memiliki teknologi yang membuat konsumsi BBM bisa irit, maka mobil bisa berjalan lebih dari 50 km.

Selain itu, pada beberapa mobil yang memiliki faslitas untuk menginformasikan jarak yang bisa ditempuh dengan jumlah bahan bakar yang tersisa, dimana informasi biasanya dilaporkan dalam bentuk “Range” atau “Distance To Empty”.

Nah, mungkin Anda belum mengetahui, bahwa jika indikator tersebut menunjukkan angka 0 km, maka mesin tidaklah langsung mati, dimana mobil masih bisa berjalan beberapa kilometer hingga akhornya mesin mobil benar-benar mati.

Nah, dalam kondisi bensin ingin habis, maka usahakan untuk melakukan efisiensi bahan bakar semaksimal mungkin, hingga akhirnya Anda menemukan SPBU untuk mengisi BBM.

19. Jangan Hidupkan AC Saat Mobil Melewati Daerah Banjir

Anda hendaknya jangan menghidupkan AC ketika melewati jalan yang dalam kondisi banjir, hal ini supaya AC tidak mengganggu kinerja mesin mobil, serta untuk mencegah timbulnya masalah korsleting pada bagian kelistrikan mobil.

Nah, jika Anda telah “sukses” melewati jalan yang tergenang air ataupun banjir, maka setelah itu AC boleh dinyalakan lagi. Hanya saja ketika AC menyala kembali maka akan muncul suara decit dari V-belt yang terciprat air, tidak perlu khawatir karena nantinya suara tersebut hilang hanya dalam beberapa detik.

Saat menghadapi jalan yang banjir maka pakailah setengah kopling dan gigi terendah, hal ini agar mencegah mesin mati saat banjir, hendaknya menggunakan transmisi gigi paling rendah (pada mobil manual) serta tahan setengah kopling. Adapun besarnya gas mobil yaitu hingga putaran 2.500rpm.

Adapun pada mobil matic, kemudikan kendaraan pada gigi rendah yaitu pada 1 atau L supaya putaran mesin bisa berjalan stabil.

Hal ini dilakukan supaya meminimalisir air masuk ke dalam mesin melalui lubang filter udara atau knalpot.

Ketika menghadapi jalan yang banjir, maka usahakan untuk mengambil jalan tengah, hal itu karena jalan bagian tengah umumnya mempunyai permukaan yang lebih tinggi.

Adapun jika banjir sangat besar, dimana tinggi air sudah hampir setengah mobil, maka hendaknya jangan memaksakan diri untuk lewat.

Anda perlu melakukan pengereman setelah berhasil melewati banjir, dimana kondisi mobil setelah melewati jalan yang banjir akan menyebabkan permukaan piringan dan kanvas rem basah. Sangat membahayakan jika rem pakem.

Oleh karena itu, lakukan “terapi” pengereman tiga kali secara halus setelah melewati jalan yang banjir. Melakukan hal ini berguna untuk mengeringkan rem, serta memastikan fungsi rem mobil tetap dalam kondisi baik.

Tips Lainnya:

20. Mengenai efisiensi bahan bakar maka Anda bisa mengatur momentum kendaraan, dimana saat mendekati perempatan atau pertigaan lampu lalu lintas, maka angkat kaki dari pedal gas lebih awal, dimana nantinya mobil tetap berjalan sebelum menginjak pedal rem. Melakukan hal ini dinilai akan membantu menghemat bensin.

21. Atur dengan baik dan benar spion mobil, sehingga Anda bisa melihat berbagai posisi dari badan mobil. Pada bagian yang tidak terlihat, maka usahakan menengokkan kepala, seperti misalnya ketika Anda akan berputar arah, dll.

22. Sangat penting untuk fokus dalam mengemudikan mobil, Anda harus menghilangkan berbagai fikiran yang bisa mengganggu fokus. Jika pikiran Anda kalut atau banyak pikiran, maka hendaknya menepi sementara untuk menenangkan pikiran.

23. Walaupun mobil Anda telah memiliki teknologi yang ramah lingkungan, dalam pengoperan gigi trasmisi lakukan pada saat rpm 2.000 sampai 2.500 rpm. Hal itu karena umumnya mesin mobil (yang menggunakan BBM) baru bekerja optimal pada kondisi putaran 2.000-2.500 rpm

24. Ingat! Jika ingin menyalip maka gunakanlah jalur kanan, baik itu pengendara mobil maupun motor, hal ini merupakan peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan Undang-undang Transportasi. Sehingga jangan menggunaka jalur kiri untuk menyalip karena dampaknya bisa menimbulkan gangguan pada pengendara lain, hingga bisa kecelakaan.

25. Siapkan uang recehan di dekat jangkauan Anda, yang mungkin ini diperlukan ketika Anda berhadapan dengan tukang mengatur jalan, yang meminta uang recehan sebagai jasanya.


Tulisan Terkait: